Selasa, 13 September 2011

Sistem Perkemihan

Sistem Perkemihan
(The Urinary System)

Fungsi Sistem Perkemihan

Membuang sisa metabolisme :
Sisa metabolisme Nitrogenous : ureum, creatinin, uric acid.
Racun-racun/Toxins
Obat-obat/Drugs
Fungsi Sistem Perkemihan

Pengaturan homeostasis :
Keseimbangan air
Elektrolit
Keseimbangan asam-basa darah
Tekanan darah
Produksi darah merah
Mengaktifkan vitamin D
Organ sistem perkemihan

Ginjal/Kidneys
Ureter/Ureters
Kandung kemih
(urinary bladder)

Uretra/Urethra
Bagian Ginjal

Renal cortex – outer region
Renal medulla – inside the cortex
Renal pelvis – inner collecting tube
Nephrons

Struktur dan fungsi unit terkecil ginjal
Bertanggungjawab membentuk urine
Struktur nephrons :
Glomerulus
Renal tubule (tubulus renalis)
Bentuk Nephrons

Cortical nephrons
Berada pada cortex
Sebagian besar nephrons
Bentuk Nephrons

Juxtamedullary nephrons
Dijumpai pada batas cortex dan medulla
Glomerulus

Jaringan Kapiler khusus
Melekat pada arterioles kedua sisi
afferent arteriole
efferent arteriole
Berada dlm glomerular capsule (bag.pertama renal tubule)
Renal Tubule

Glomerular (Bowman’s) capsule
Proximal convoluted tubule
Loop of Henle
Distal convoluted tubule
Filtration
(filtrasi)

b. Reabsorption

(reabsorpsi)

c. Secretion

(sekresi)

Filtrasi (Filtration)

Air dan senyawa-senyawa kecil proteins dapat melewati dinding kapiler
Sel-sel darah tak dapat melewati dinding kapiler
Filtrate (hasil filtrasi) dikumpulkan glomerular capsule, kemudian ke renal tubule
(Reabsorpsi) Reabsorption

Peritubular capillaries menyerap :
Air
Glucosa
Asam amino
Ion-ion
Penyerapan sebagian besar terjadi pada proximal convoluted tubule
Zat yang tak direabsorbsi

Sisa metabolisme Nitrogenous
Urea
Uric acid
Creatinine
Air yang berlebihan
Sekresi (Secretion)

(Kebalikan Reabsorpsi)

Beberapa zat berpindah dari peritubular capillaries ke renal tubules
Hydrogen and potassium ions
Creatinine
Zat-zat meninggalkan renal tubule berpindah ke ureter
Karakteristik Urine digunakan untuk Diagnosa

Warna kuning disebabkan pigment urochrome (dari penghancuran hemoglobin) and zat-zat terlarut lain
Steril
Sedikit beraroma
pH Normal sekitar 6 (4.5-8)
Specific gravity : 1.001 to 1.035
Ureter

Saluran “Tube” yang melekat pada ginjal dan menuju ke Kandung kemih (bladder)
Merupakan lanjutan renal pelvis
Masuk melalui bagian posterior kandung kemih
Peristalsis membantu gaya grafitasi untuk memindahkan urine.
Kandung kemih

(Bladder/Vesica Urinaria)

“Smooth”, “collapsible”, kantong berotot.
Menampung/menyimpan urine sementara
Kandung kemih

Trigone – tiga pembukaan
Dua dari ureter
Satu ke urethrea
Dinding Kandung kemih

3 Lapisan otot polos (detrusor muscle)
Mukosa : “transitional epithelium”
Dinding : tebal dan berlipat saat kandung kemih kosong
Urethra

Tube berdinding tipis yang memindahkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh degan gerak peristalsis
Pengeluaran urine diatur oleh dua katup (sphincters)
Internal urethral sphincter (tanpa sadari/involuntary)
External urethral sphincter (disadari/voluntary)
Berkemih (Micturition/Voiding)

Kedua katup (sphincter) otot harus terbuka agar dapat berkemih
Internal urethral sphincter : direlakskan setelah peregangan kandung kemih
Pengkatifan ini berasal dari impulse dikirim ke spinal cord dan kemudian balik melalui saraf pelvic splanchnic
External urethral sphincter : harus direlakskan secara sadar

http://httpyasirblogspotcom.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar